Era Disrupsi: Tinjauan Kritis HMI Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Kata Kunci:
Revolusi Idustri, Perubahan, Tantangan PendidikanAbstrak
Perkembangan ilmu pengetahuan sudah makin pesat dalam mewarnai kehidupan sejarah umat manusia. Ini ditandai dengan munculnya berbagai kecanggihan teknologi di berbagai bidang. Kemunculan teknologi ini merupakan bentuk rasa syukur manusia terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Dunia akhirnya mengenal yang namanya bidang industri untuk pertama kalinya lewat sebuah penemuan penting dari seorang James Watt (1736 – 1819). James Watt menemukan dan mengembangkan mesin uap. Penemuan ini kemudian menjadi dasar sekaligus cikal bakal lahirnya sebuah teknologi baru. Kini, oleh kita, dikenal dengan sebutan revolusi industri yang terjadi di Inggris. Fenomena ini terjadi pada abad ke-18 yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Revolusi Industri sampai saat ini telah mengalami perkembangan. Mulai dari era industri generasi pertama, industri generasi kedua, hingga industri generasi ketiga. Dan sekarang, yang sedang kita hadapi adalah era industri generasi keempat atau yang kita kenal industri 4.0. Indonesia sebagai sebuah negara pada posisi ini mau dan tidak mau harus menghadapi ini sebagai sebuah harapan dan juga sebagai tantangan. Apalagi negara kita yang populasi penduduknya terbanyak keempat di dunia setelah Cina, Amerika Serikat, dan India dengan jumlah yang paling banyak adalah generasi muda. Apalagi wacana yang sedang dibangun untuk sekarang itu juga Bonus Demografi untuk kaum muda bangsa ini. Maka Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mesti berperan sebagai organisasi perjuangan serta notabene anggotanya adalah kaum muda (mahasiswa). Sehingga menjadi sesuatu yang komplet dan riil kalau era industri 4.0 dihadapi sebagai bentuk perjuangan, baik secara organisatoris maupun etis.
Referensi
Anggraeni, H. (2019). Penguatan blended learning berbasis literasi digital dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam, 9(2), 190–203. https://doi.org/10.24042/alidarah.v9i2.5168
Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Kencana.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Lutfiyatun, E. (2020). Optimasi keterampilan digital writing di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Teknodik, 24(2), 111–122. https://doi.org/10.32550/teknodik.v24i2.719
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Pane, L. (2017). Himpunan Mahasiswa Islam: Sejarah dan Perkembangannya. Jakarta: Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam. (2021). Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam. Jakarta: PB HMI.
Pratidhina, E. (2020). Education 4.0: Pergeseran pendidikan sebagai konsekuensi Revolusi Industri 4.0. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 20(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/hum.v20i1.29290
Sitompul, A. A. (1986). Pemikiran HMI dan Relevansinya dalam Sejarah Pergerakan Mahasiswa Indonesia. Jakarta: CV Haji Masagung.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sulistya, R. (2019). Heutagogi sebagai pendekatan pelatihan bagi guru di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 127–138. https://doi.org/10.24832/jpnk.v4i2.1222
Suryanti, S., & Wijayanti, L. (2020). Literasi digital: Kompetensi mendesak pendidik di era Revolusi Industri 4.0. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.26740/eds.v2n1.p1-9
Tumanggor, B. F., Wibowo, E. K., & Sijabat, S. G. (2019). Strategi perguruan tinggi kedinasan menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Jurnal Sumber Daya Aparatur, 1(2), 1–13. https://doi.org/10.32834/jsda.v1i2.167
Wibawa, F. A., & Pritandhari, M. (2020). Analisis literasi teknologi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Lentera Pendidikan, 5(2), 182–191. http://dx.doi.org/10.24127/jlpp.v5i2.1548
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Syahri Istiqfarni (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



